Wednesday, November 1, 2023

PENTINGNYA PENGGUNAAN BAHASA YANG BAIK DAN BENAR

Bahasa merupakan alat komunikasi yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu peran besar bahasa yaitu agar semua orang bisa dengan mudah berinteraksi baik secara lisan maupun tulisan. Penggunaan bahasa Indonesia sangat penting karena apabila melihat latar belakang kultur bangsa Indonesia yang beraneka ragam, bahasa Indonesia berperan sebagai “Bahasa Pemersatu, Bahasa Nasional, dan Bahasa Resmi”. Sehingga bahasa Indonesia wajib dipakai seluruh rakyat Indonesia. Selain sebagai bahasa pemersatu, bahasa Indonesia wajib dipakai guna melestarikan bahasa Indonesia itu sendiri dari pengaruh bahasa asing.

Penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan sekolah masih sangat rendah. Tanpa disadari, baik peserta didik ataupun guru selalu menggunakan bahasa daerah sebagai alat komunikasinya. Penggunaan bahasa Indonesia di sekolah sangatlah penting, karena memiliki manfaat untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, sebagai pelestarian budaya, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu berkomunikasi secara baik dan benar, serta mampu mengemukakan pendapat yang baik dan sopan. Oleh karena itu, mari kita membuka diri dan sadar akan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia tidak hanya di sekolah, tetapi dalam kehidupan sehari-hari.

Di era globalisasi saat ini banyak generasi milenial yang mengabaikan bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang seharusnya kita lestarikan dan pelajari justru disepelekan oleh generasi milenial. Bahkan saat ini bahasa Indonesia sudah dipengaruhi oleh bahasa asing atau bahasa kebarat-baratan. Tidak hanya itu, penggunaan bahasa Indonesia saat ini sudah tidak sesuai dengan EYD dan kaidah - kaidah kebahasaan, yang membuat menurunya rasa nasionalisme khususnya bagi generasi milenial, generasi yang diharapkan mampu membanggakan nama Indonesia. Misalnya dalam pelajaran bahasa Indonesia, para siswa menyibukan dirinya dengan cara mengobrol bersama teman temannya, bahkan hingga tidur di kelas karena menurutnya pelajaran bahasa indonesia membosankan. 

Banyak juga yang menganggap bahasa Indonesia adalah pelajaran yang membuang - buang waktu saja, dan tidak begitu penting karena mereka menganggap mereka sudah bisa berbahasa Indonesia, namun sebenarnya dalam bahasa Indonesia terdapat  kaidah-kaidah kebahasaan yang harus dipelajari dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.  Kita sebagai generasi milenial dan generasi penerus bangsa harus bangga mempelajari bahasa Indonesia untuk memperkaya kata-kata bahasa Indonesia yang kita miliki. Tidak ada ruginya dalam mempelajari bahasa Indonesia, justru dengan kita mempelajari bahasa Indonesia kita akan memperoleh banyak manfaat yang akan membantu kita dalam komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat yang dapat kita peroleh dari mempelajari bahasa Indonesia selain semakin menghargai bahasa Indonesia, yaitu mempermudah dalam komunikasi hal ini membuat komunikasi antar orang yang berbeda suku menjadi lebih mudah, menambah wawasan dan pengetahun seperti tanda baca, puisi, pantun, kalimat, ejaan dan masih banyak yang lainnya.

Penggunaan  bahasa yang baik dan benar bagi mahasiswa  karena :

1.   Alat untuk menyampaikan ekspresi diri, sebagai alat untuk menyampaikan ekspresi diri. Menambah kosa kata baru.

2.    Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran untuk menciptakan emosi dan memberdayakan diri.

3.  Tujuan kemahiran berbahasa, bahasa digunakan sebagai alat komunikasi baik secara lisan maupun tertulis, pendengar atau di ajak bicara, dengan mudah dapat memahami apa yang dimaksudkan.

Penggunaan  bahasa yang baik dan benar bagi guru karena :

1.  Guru akan menjadi contoh ataupun cerminan bagi siswa untuk berperilaku baik dan sopan kepada siapapun dilingkungannya.

2.  Menciptakan komunikasi yang baik antara pendidik dan peserta didiknya untuk mencapai proses pembelajaran yang baik.

Dampak positif

1.     Menjaga kebudayaan bangsa, karena Bahasa Indonesia merupakan Bahasa identitas bangsa.

2.  Menimbulkan keakraban dalam komunikasi. Berkomunikasi secara baik dan benar, serta mampu mengemukakan pendapat yang baik dan sopan.

Dampak negatif

1.     Lunturnya kecintaan terhadap bahasa Indonesia.

2.     Adanya rasa minder dalam kalangan milenial karena gaya percakapan sekarang yang kebarat – baratan.

GURU ADALAH AGEN PENGGERAK PERUBAHAN

Guru yang berperan sebagai agen penggerak perubahan berupaya membentuk dan menghasilkan generasi yang potensial dan unggul dengan kompetensi professionalnya. Setiap guru perlu melakukan upaya refleksi diri untuk menilai sejauh mana kompetensi yang ia miliki diimplementasikan selama mengajar. “Guru sangat berpengaruh dalam pembaruan di dunia pendidikan. Guru dipandang sebagai sosok profesional yang telah mendapatkan pendidikan, pelatihan keguruan sehingga ketrampilan dan kemampuannya bisa diandalkan. Guru yang professional harus memiliki integritas, ilmu pengetahuan, kepribadian yang baik, kemampuan yang sesuai, dan harus berpendidikan.

Dengan demikian, guru dapat menyiapkan peserta didik yang memiliki daya nalar tinggi, kreatif, dan mampu untuk menjalin hubungan kerja yang fleksibel terhadap perubahan global. Fenomena global pada zaman sekarang sangat berpengaruh terhadap bagaimana standar hidup masyarakat, pola interaksi satu sama lain, dan bagaimana karakteristik lingkungan dapat mempengaruhi kepribadian dan pola pikir anak.

Guru harus menyesuaikan rencana kegiatan belajar dengan usia anak, mengembangkan bakat dan potensi anak dengan proses pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan, dan membangun motivasi anak untuk tetap semangat belajar. Kemampuan menyusun rencana kegiatan belajar dapat ditingkatkan melalui proses saling bertukar informasi dan ide antar guru dan sekolah. Pengalaman yang berbeda dapat digunakan untuk melakukan refleksi diri serta untuk menentukan langkah selanjutnya jika ada yang kurang sesuai dalam penyusunan rencana kegiatan belajar.

Satu guru dengan yang lainnya dapat melakukan diskusi dalam kelompok kecil. Mereka dapat saling bertukar pikiran, berkolaborasi, menggunakan waktu seefisien mungkin, dan saling memiliki kesempatan untuk berlatih menjadi pemimpin di kelompoknya. Guru adalah garda terdepan dalam dunia pendidikan. Guru harus mampu merubah diri sendiri maupun orang lain (peserta didik, orangtua, dan masyarakat) untuk menjadi lebih baik. Guru tidak hanya berusaha mentransfer ilmu, menyalin, dan memindahkan pengetahuan kepada siswa tetapi juga memahami apa yang bisa membawa perubahan positif pada diri siswa tersebut.

Oleh karena itu, sebagai pelaksana kurikulum, guru menyesuaikan tuntutan zaman sehingga dapat melahirkan peserta didik yang kritis sebagai dampak peran sentralnya. Pembelajaran yang dilakukan di sekolah tidak hanya mengacu pada aspek kognitif tetapi juga bagaimana memberikan pembiasaan yang sesuai nilai agama dan social budaya. Anak perlu mendapatkan bekal untuk kehidupan mereka ataupun di jenjang yang lebih tinggi. Nilai-nilai inilah yang bisa dibawa anak sampai dewasa sehingga mereka akan menjadi pribadi yang tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi memikirkan banyak orang dan lebih bermanfaat. Kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui buang sampah pada tempatnya, merapikan kembali mainan, mengucapkan salam, dan berpamitan ketika pulang sekolah.

PEMILIHAN MODEL ATAU TEKNIK DAN METODE YANG TEPAT DALAM PEMBELAJARAN (MEMBACA, MENULIS, MENYIMAK DAN BERBICARA DI KELAS RENDAH)

Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa Sekolah Dasar memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak. Terlebih Sekolah Dasar merupakan awal pengembagan potensi berbahasa anak yang sebelumnya telah dimiliki atau dipelajari di jenjang sebelumnya. Pembelajaran Bahasa Indonesia teragi menjadi pembelajaran untuk kelas tinggi dan kelas rendah. Keduanya merupakan proses berkesinambungan untuk mencapai tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia. Pembelajaran Bahasa Indonesia tentunya tidak biasa-biasa saja bahkan bisa dibilang cukup sulit karena setiap siswa memiliki pengalaman yang berbeda. Misalnya siswa diminta menulis sebuah cerita tentang mainan kesenangan. Sebelumnya anak tentunya telah memiliki bekal pelajaran menulis permulaan di kelas rendah.

Pembelajaran dengan berbagai teknik, metode, dan pendekatan yang akan memudahkan siswa memahami apa yang sedang dipelajari harus selalu diutamakan guru. Metode pembelajaran bahasa Membaca Permulaan di kelas rendah adalah sebagai berikut.

1. Metode Eja/Abjad Metode ini merupakan metode yang sudah sangat tua. Pelajaran pertama dimulai dengan pengenalan abjad “a”, “be”, “ce”, “de”, dan seterusnya. Guru sering mengajarkannya melalui lagu ABC. Lagu ini ada dalam berbagai bahasa setelah siswa menguasai huruf-huruf itu. Guru merangkai huruf - huruf konsonan dengan huruf vokal menjadi suku kata. Suku-suku kata dirangkai menjadi kata, dan kata - kata dirangkaikan menjadi kalimat.

2. Metode Bunyi Metode ini juga merupakan metode yang sudah sangat tua. Pelaksanaannya hampir sama dengan metode abjad. Namun, huruf - huruf tidak disebut dengan nama abjadnya, melainkan nama bunyinya. Jadi, huruf “m” tidak diucapkan sebagai [ɛm] atau [ɚm] melainkan [m]. Bunyi - bunyi konsonan dirangkai dengan bunyi vokal sehingga membentuk suku kata. Suku kata dirangkai menjadi kata, dan akhirnya kata - kata dirangkai menjadi kalimat. Baik metode abjad maupun metode bunyi sering menggunakan kata - kata lepas untuk latihan membaca. ma – ma ru – sa

3. Metode suku kata dan metode kata Metode ini diawali dengan pengenalan suku kata,seperti ba, bi, bu, be, bo, ca, ci, cu, ce, co, dan seterusnya. Suku kata tersebut kemudian dirangkaikan menjadi kata-kata bermakna.

4. Metode Global Global memiliki arti secara utuh atau bulat. Yang disajikan pertama kali dalam metode global kepada murid adalah kalimat seutuhnya. Kalimat tersebut dituliskan di bawah gambar yang sesuai dengan isi kalimatnya. Gambar itu ditujukkan untuk mengingatkan siswa kepada kalimat yang ada di bawahnya. Setelah berkali - kali membaca, murid dapat membaca kalimat - kalimat itu secara global tanpa gambar.

Teknik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Teknik adalah aktivitas tertentu yang diterapkan di dalam kelas yang sesuai dengan metode dan sesuai pula dengan pendekatan. Teknik bersifat implementasional sebab teknik merupakan implementasi perencanaan pengajaran di depan kelas atau aplikasi dari metode di dalam pembelajaran. Teknik pembelajaran merupakan cara guru menyampaikan bahan ajar yang telah disusun (dalam metode), berdasarkan pendekatan yang dianut. Teknik yang digunakan oleh guru bergantung pada kemampuan guru untuk berinovasi agar proses belajar mengajar dapat berjalan lancar dan berhasil dengan baik.

Teknik pembelajaran menyimak

a. Simak-ulang ucap. Teknik simak – ulang ucap biasanya digunakan dalam melatih siswa melafalkan dengan tepat unit - unit bahasa mulai dari unit terkecil sampai unit terbesar misalnya fonem, kata, kelompok kata, kalimat, dan paragraf atau wacana pendek. Model ucapan yang akan diperdengarkan dan tiru oleh siswa harus dipersiapkan secara cermat oleh guru. Bila memungkinkan guru dapat merekam model itu dalam pita rekaman.

 b. Simak-tulis (dikte) Teknik simak – tulis dikenal juga dengan dikte. Latihan dikte menuntut keseriusan siswa seperti memusatkan perhatian, mengenali fonem, tanda - tanda baca, penulisan huruf besar, membedakan ujaran langsung dan tak langsung, memperhatikan permulaan atau akhir paragraf dsb.

 c. Simak-kerjakan Teknik simak-kerjakan dalam pengajaran menyimak digunakan dalam memperkenalkan dan membiasakan siswa akan suruhan atau perintah. Biasanya suruhan atau perintah itu tersirat dalam kata kerja dasar, kata kerja berakhiran –kan, -i, atau –lah. Model suruhan atau perintah dipersiapkan oleh guru lalu disampaikan secara lisan kepada siswa.

d. Simak-terka Dalam teknik simak-terka, guru menyiapkan deskripsi suatu benda tanpa menyebutkan nama bendanya. Deskripsi tersebut disampaikan secara lisan kepada siswa, kemudia siswa diminta menerka nama benda itu.

e. Memperluas kalimat Guru mengucapkan kalimat sederhana. Siswa menirukan ucapan guru. Guru mengucapkan kata atau kelompok kata. Siswa menirukan ucapan guru. Selanjutnya siswa disuruh menghubungkan ucapan yang pertama dan kedua sekaligus, sehingga menjadi kalimat yang Panjang.

Teknik pembelajaran berbicara

a. Ulang-ucap Teknik ulang ucap menggunakan suara guru atau rekaman suara guru sebagai sumber belajar siswa. Model pengucapan yang di ucapkan guru atau rekaman yang diperdengarkan kepada siswa harus dipersiapkan dengan teliti. Suara yang digunakan harus jelas, intonasi cepat, dan kecepatan berbicara normal. Siswa diminta untuk mendengarkan dengan teliti lalu mengucapkan kembali sesuai dengan model.

b. Lihat-ucapkan. Teknik lihat-ucapkan menggunakan sebuah objek atau benda sebagai sumber belajar siswa. Guru memperlihatkan kepada siswa benda tertentu kemudian siswa menyebutkan nama benda tersebut, benda - benda yang diperlihatkan disesuaikan dengan lingkungan siswa

Teknik pembelajaran menulis. Upaya yang dilakukan guru agar siswa senang menulis adalah memberi kebebasan kepada siswa untuk mau menulis apa yang disenanginya sesuai dengan perkembangan tema pembelajaran yang dilaksanakan. Contoh menulis abjad dan kegiatan.

PENTINGNYA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNTUK TINGKAT SEKOLAH DASAR

Bahasa Indonesia secara esensial merupakan pembelajaran yang pada arah tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi siswa (manusia) dalam berkomunikasi baik itu secara tulis maupun lisan. Selain itu manfaat dari pembelajaran bahasa Indonesia adalah agar siswa bisa lebih paham dan mengenal karya intelektual dan sastra Indonesia.

Seiring berkembangnya bahasa, pentingnya pembelajaran bahasa pada SD atau Sekolah Dasar merupakan hal yang sangat fundamental. Karena pada kasta pendidikan ini aktivitas pembelajaran bahasa Indonesia pertama kali dikenalkan, dimulai, diarahkan dan direncanakan.

Selain itu bahasa adalah pusat yang bisa membuat perkembangan budaya, sosial, intelektual dan emosional menjadi lebih dinamis. Karena bahasa adalah pengantar pendidikan pada setiap level pendidikan. Bahasa juga merupakan kunci dari naiknya kualitas pendidikan untuk meningkatkan penguasaan pengetahuan yang digunakan untuk berpikir logis, kritis dan terstruktur. Terdapat beberapa macam pendekatan komunikatif atau model pembelajaran yang bisa digunakan secara efektif agar pembelajaran bahasa Indonesia bisa dipahami oleh siswa sekolah dasar (SD). 

Metode Bermain Peran Dengan melaksanakan metode bermain peran siswa akan dipaksa untuk berkomunikasi dengan bahasa Indonesia.

Metode Diskusi Diskusi bisa dibagi menjadi dua, yakni diskusi antar siswa dan siswa dengan guru. Fungsi dari diskusi adalah untuk menyelesaikan sebuah masalah yang berkaitan dalam bahasa Indonesia.

Metode Pemberian Tugas Ini adalah langkah penting yang bisa digunakan siswa dalam membantu pembelajaran bahasa Indonesia, di mana mereka akan menyelesaikan tugas tanpa harus ada di ruang kelas.

Metode Pemecahan Masalah Metode ini merupakan hal yang akan membuat siswa meluaskan pengetahuan bahasanya dengan berpikir kritis. Bisa dilakukan dengan cara membuat naskah pidato atau mengutarakan sebuah pendapat dengan memakai bahasa Indonesia.

Saat pembelajaran berlangsung, guru diharapkan untuk proaktif, ini bertujuan agar pembelajaran bahasa bisa lebih hidup, sehingga suasana kelas bisa lebih bersemangat dan siswa bisa termotivasi untuk belajar bahasa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENTINGNYA PENGGUNAAN BAHASA YANG BAIK DAN BENAR Bahasa merupakan alat komunikasi yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu peran...